Pages

Monday, October 6, 2008

Tips dalam melakukan Franchisee Investigation
Page view: 34 times
Category: Tips


Jika Anda berminat untuk membeli sebuah usaha franchise, maka janganlah terburu buru memutuskan sebelum Anda melakukan “Fact Finding” atau juga disebut “Franchisee Investigation”.

Sumber informasi yang paling akurat dan dapat dipercaya adalah dari Franchisee yang sudah berjalan, Anda harus dapat membuat kunjungan maupun berbicara melalui telephone ke beberapa franchisee dari franchise yang anda minati sebelum anda memutuskan untuk membeli franchise tersebut. Kendala yang dihadapi franchisee mereka saat ini dapat merupakan kendala yang dapat Anda hadapi pada saat Anda sudah membeli franchise tersebut.

Tips dalam mengambil informasi adalah dengan berkunjung lebih dari dua franchisee, cobalah Anda teliti setiap masalah yang dihadapi para franchisee (mungkin berbeda), dan telaah lebih lanjut dengan melihat inti permasalahan franchisor. Janganlah dengan mudah dipengaruhi oleh franchisee yang “tidak puas”, maupun mengambil seluruh informasi tanpa cross check kebenarannya dengan franchisor.

Tujuan dari Franchisee Investigation adalah untuk mengetahui keadaan internal franchisor secara „benar“, apakah janji yang diberikan pada saat penawaran franchise dapat dipenuhi?

Faktor terpenting yang harus ditanyakan pada saat investigasi adalah:
• Training Program, Tanyakan secara jelas mengenai training program yang diberikan, apakah berguna dan dapat dijalankan?
• Bantuan pre – opening, seperti pencarian lokasi, negosiasi sewa, pengurusan ijin usaha, kontraktor, supplier, pengadaan equipment maupun stock awal, dan lain sebagainya
• Ongoing support yang diberikan franchisor, seperti rutinitas kunjungan, panduan dalam menjalankan usaha, maupun nasehat / support dalam meningkatkan penjualan
• Franchise Marketing Program, tanyakan secara jelas bantuan promosi local maupun national yang diberikan oleh franchisor. Apakah bermanfaat bagi franchisee?
• Purchasing power, apakah franchisor sudah memberikan harga jual yang “terbaik” kepada franchisee? Apakah franchisee mempunyai margin yang cukup untuk menutupi biaya operational
• Financial Factor, apakah target investasi awal, target penjualan, maupun biaya operational sudah sesuai dengan financial simulasi yang diberikan oleh franchisor? Seberapa jauh perbedaannya? Kendala apakah yang dihadapi ?
• Franchisor – Franchisee Relationship, bagaimana pandangan franchisee terhadap franchisor saat ini? Apakah Franchisor supportive, perhatian, focus, efektif, terorganisir secara baik, dapat dipercaya? Minta diceritakan awal hubungan dan support yang diberikan pada saat penanda tangan an kontrak sampai saat ini. Jika ada franchisee yang tidak puas, sejak kapan dan hal apakah penyebabnya
• Franchise Operation Manuals, apakah franchisee sudah mendapatkan buku panduan dalam menjalankan usaha ? Apakah manual yang diberikan berguna dalam operational?
• Franchise Agreement, apakah franchisor memenuhi tugas dan kewajibannya sesuai dengan perjanjian? Apakah point point didalam agreement sudah mencover masalah yang dihadapi saat ini?
• Territory, apakah territory yang diberikan oleh franchisor telah dipatuhi? Bagaimana pendapat franchisee mengenai territory mereka? Apakah terjadi kanibalisme dengan franchisee yang lainnya?

Tips dalam mengolah data investigasi adalah dengan melihat “inti permasalahan” yang ada dan bukannya “mendengar komplain” terhadap franchisor saja, dari hasil investigasi tersebut, cobalah untuk meng cross check kebenarannya dengan pihak franchisor, apakah penyebab permasalahan tersebut. Hal yang harus diingat bahwa setiap franchisee mempunyai karakteristik dan keinginan yang berbeda, terkadang kesalahan berada di pihak franchisee itu sendiri.

Faktor untuk menentukan franchise yang terbaik bukanlah terletak di satu permasalahan saja, akan tetapi anda haruslah mempunyai suatu daya analisa untuk mengolah keseluruhan hasil investigasi tersebut.

Contoh Kasus:
Salah satu dari client “Franchisee Assistance” The Bridge telah membeli Franchise A, selama proses pre-signing agreement, kedua belah pihak dari franchisee maupun franchisor tercapai kesepakatan dan kecocokan. Setelah operational outlet, kami menerima keluhan dari franchisee sebagai berikut: “Franchisor tidak dapat mendukung training karyawan secara optimal”, setelah hal ini kami cross check kepada pihak franchisor, jawaban yang kami terima adalah “Franchisee nya sangat mempunyai “syarat” yang sangat tinggi dalam pemilihan karyawan, dalam kurun waktu 6 bulan operational, kami sudah men training 6 orang karyawan tanpa dipungut biaya, akan tetapi franchisee dengan sangat mudahnya memecat karyawan tersebut tanpa alasan yang jelas”

Dengan contoh kasus diatas, maka sangat disarankan oleh pihak kami untuk Anda memahami latar belakang dari komplain yang diberikan oleh franchisee pada saat investigasi”
Ada juga client The Bridge yang juga merupakan client “Franchisee Assistance”, pada saat kami melakukan “fact finding / franchisee investigasi” terhadap Franchise B, kami menemukan beberapa factor permasalah franchisor, seperti kurangnya dukungan penuh pada saat pre opening proses, client kami bertanya secara lebih mendetail, di segi manakah pre opening assistance dari franchisor yang lemah?. Melihat dari prospek usaha dan banyak segi lainnya, maka client kami tetap memutuskan untuk membeli franchise tersebut. Komentar yang kami dapatkan adalah: “Dengan adanya fact finding, dan mengetahui kendala apa yang akan kami hadapi, maka kami dapat membuat persiapan sendiri agar supaya kami dapat membuka tepat waktu, demikian juga dengan bantuan dari The Bridge consultant, maka banyak hal yang telah kami negosiasikan dengan pihak franchisor dan telah diperkuat didalam franchise agreement”.

The Bridge Consultant yang telah berpengalaman dalam memberikan “Franchisee assistance” kepada lebih dari 100 client kami di tahun 2006, telah melakukan franchisee investigasi maupun franchise audit terhadap franchisor, dalam membantu client kami untuk memilih franchise yang tepat untuk mereka.

Dari hasil survey kami, dari 100 orang client The Bridge, yang melakukan investigasi franchisee mencapai 30%, dan 80% dari mereka tetap memilih franchise tersebut.
Testimoni yang kami dapatkan dari client kami, adalah betapa pentingnya dampak informasi dari franchisee investigasi (fact finding) terhadap operational usaha mereka. Dengan mengetahui terlebih dahulu kekurangan maupun kelebihan dari franchisor sebelum memutuskan untuk membeli franchise, maka tingkat kepuasan dan loyalitas terhadap franchise yang dibeli pun lebih tinggi, demikian pula dengan kiat kiat mereka dalam menjalankan usaha dengan berusaha untuk memaksimalkan kelebihan franchisor dan menimimalkan kekurangan dari franchisor.

Sumber : Majalah Info Franchise Indonesia
www.majalahfranchise.com

No comments: